Selasa, 12 Januari 2016

laporan praktikum biologi dasar



LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI DASAR


 





DISUSUN
OLEH 
                        NAMA                         : SUYONO LATEKE
                        NIM                             : 2012 76 002
                        KELOMPOK              : 16



JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PATTIMURA
A M B O N
2 0 1 2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………..                        i
DAFTAR ISI                ……………………………………………..                        ii
BAB 1             PENDAHULUAN
1.1              DASAR TEORI …………………………….           1

1.2              TUJUAN PRAKTIKUM ………………….…         3         
BAB II            TINJAUAN PUSTAKA
                        2.1       SUMBER PERMASALAHAN BIOLOGI…                4                2.2       MENGENAL PERMASALAHAN BIOLOGI…     4

BAB III          METODE PRAKTIKUM
                        3.1       WAKTU DAN LOKASI PRAKTIKUM ……..        6                     3.2       PROSEDUR KERJA ………………………….     6
BAB IV          HASIL DAN PEMBAHASAN
                        4.1       HASIL PENGAMATAN ……………………..       8
                        4.2       PEMBAHASAN……………………………….      10
           
BAB V            PENUTUP
                        5.1       KESIMPULAN  ………………………………       12
                        5.2       SARAN ……………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya tanpa halangan suatu apapun.

Tidak lupa penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya laporan ini.

Dalam penyusunan laporan ini tentu banyak kekurangan dan kesalahan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi sempurnanya laporan ini.





                                                                             Ambon, 13 Desember 2012

                                                                                         Penulis



                                                                                      SUNARYO









BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Dasar teori
      Biologi sebagai ilmu mempunyai cirri tertentu. Menurut BCSC, biologi merupakan bagian dari sains, yang merupakan kebulatan dari: (1) objek, meliputi hewan, tumbuhan, dan hewan; (2) tingkat organisasi kehidupan meliputi;


 






Gambar 1. Tingkat Organisasi Kehidupan
(3) tema persoalan biologi antara lain menurut Biological Science Curriculum Study (B.S.C.S.), adalah sebagai berikut: (a) Evolution, (b) Interaksi dan Interdependence, (c) Genetic Continuity;(d) Maintenance of a dynamic equilibrium; (e) Growth, (f) Science, technology and society (STS).
Salah satu cara mempelajari objek biologi dan fenomenanya adalah dengan observasi.Observasi merupakan kemampuan untuk menggunakan panca indera, tanpa ataupun dengan alatbantu untuk menemukan sejumlah fakta atau fenomena. Alat Bantu yang digunakan dalammelakukan observasi antara lain: melalui lensa dalam mikroskop, lup, dan lain-lain. Diharapkandalam melakukan observasi tidak dicampuradukkan dengan persepsi (pikiran-pikiranberdasarkan pengalaman) agar data yang diperoleh objektif.

            Permasalahan biologi sangat luas. Cakupannya dapat di lihat dimensi macam objek ( ratusan ribu jenis) , tingkat organisasi kehidupan makhluk ( tingkat sel komunitas), dan macam tema permasalahannya. Tiap jenis objek dengan karakteristiknya, menyimpan segudang permasalahan biologi yang belum tergali. Persoalan pada setiap objekjuga akan bervariasi menurut tingkat organisasinya. Di samping itu variasi persoalan tersebut juga dapat di lihat dari 7 tema besar permasalahan biologi yang terjadi pada setiap organisme.Macam permasalahan juga dapat di lihat dari kompleksitasnya, dari persoalan yang sangat erlementer sampai persoalan multifaktor yang sangat kompleks, yang Persoalan biologi adalah pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai gejala pada objekbiologi dalam interaksinya di lingkungannya. Pertanyaan dapat berupa “ apa, bagaimana,mengapa, dimana, kapan ?. Permasalahan ada yang sangat elementer, dan ada pulapermasalahan yang membutuhkan analisis dan sintesis secara rasional berdasar faktafaktaatau gejala-gejala pada objek dan wawasan teori yang memadahi.Permasalahanelementer (mendasar) adalah sekedar mempertanyakan keadaan pada objek. Misal, apaciri-ciri pokok daun, mengapa daun berwarna hijau, ada berapa macam bentuk danpertulangan daun,bagaimana struktur daun, bagaimana struktur daun sehingga mampu mendukung fungsi pertukaran gas, bagaimana daun menguning saat daun menjadi tua.
           
            Persoalan biologi juga dapat kita temukan bila kita menemukan adanya perbedaanperbedaanatau kesenjangan-kesenjangan. Kenyataan kesenjangan yang dapat menyadarkan kita akan adanya masalah, antara lain adalah :

§  adanya kesenjangan fakta, yaitu kenyataan adanya perbedaan fakta      padaobjek yangsama (fakta 1 = fakta 2). Misal, daun ketela di suatu tempat kecil-kecil dan bercakkuning, sedangkan di tempat lain, daunnya hijau segar dan besar-besar. Pertanyaanpertama muncul adalah mengapa tanaman satu lebih sehat dan subur, sedangkan yanglain kurus dan bercak kuning ? Dari pertanyaan ini kita dapat menganalisis berbagaikemungkinan atau berhipotesis. Apakah hal itu diakibatkan oleh kualitas kesuburantanah yang berbeda? Apakah tanaman dengan daun kecil dan bercak kuning mengalami defisiensi N dan sebagainya. Jawaban atas pertanyaan yang terlontar akan kitatemukan setelah kita menelitinya.

§  Adanya kesenjangan antara fakta dan harapan (kenyataan dan harapan). Misal,tanaman itu telah kita pupuk, tetapi mengapa hasilnya tetap jelek ? Timbulpertanyaan, misalnya : Apakah pupuknya terlalu sedikit atau dosisnya kurang ?,Apakah pupuknya yang jelek, Apakah ada faktor lain yang menghambat, misalnya :pH tanah, keadaan fisik tanah yang buruk, dst.

§  Adanya kesenjangan antara fakta dan teori, antara teori yang satu dengan teori yang lain, pendapat ahli yang satu dengan pendapat ahli yang lain.
1.2  Tujuan  praktikum

ü  Observasi

1.      Mahasiswa mengidentifikasi gejala-gejala biologi di tingkat  individu, populasi, komunitas di lingkungannya.

2.      Mahasiswa dapat menemukan beberapa aspek permasalahan biologi berdasar gejala atau fakta yang di temukan di lingkungannya.

ü  Bentuk kegiatan

1.      Observasi, diskusi kelompok, diskusi kelas

ü  Sasaran pengamatan

1.      Berbagai gejala structural, fungsional atau aktivitas organism, baik secara individu, populasi / komunitas di lingkungannya ( lingkungan yang berbeda )

ü  Kegiatan

1.      Identifikasi gejala stuktural, fungsional atau bentuk-bentuk aktivitasnya di tingkat populasi atau komunitas di lingkungannya.     ( jenis, kerapatan dan distribusi organism, alat reproduksi dan  pemencarannya, dan seterusnya.)

2.      Identifikasi gejala-gejala struktual, fungsional atau bentuk-bentuk aktivitas pada tingkat individu : struktuk tubuh ( morfologis & anatomis), tingkah laku dan berbagai aktivitas lain yang dapat di temukan ( teramati ).







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1       Sumber permasalahan biologi
            Sumber permasalahan biologi adalah pada objek biologi.Setiap objek memunculkan gejala-gejala yang menjadi karakteristik dalam berinteraksi dengan lingkungannya.Walaupun objek di alam menggelar persoalan yang tak terbatas, seseorang tidak dengan serta merta dapat dengan mudah menangkap masalah tersebut.Cara praktis, masalah dapat digali langsung dari gejala-gejala yang muncul dari objek.Pengalaman enpirik tentang fakta dapat menjadi dasar untuk menangkap permasalahan.Pengenalan pada fakta saja tidak cukup, membutuhkan kreativitas, penalaran wawasan teoritik yang cukup dan pemahaman tentang objeknya.

2.2       Cara mengenal permasalahan biologi
            Bagaimana cara menangkap persoalan biologi ?Permasalahan biologi dapatditemukan dari pemikiran kritis terhadap gejala pada objek, sehingga memunculkan ideatau pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik rasa keingin-tahuannya.Dengan dukungankerangka teoritik yang jelas, dapat mengilhami seseorang untuk merancang suaturekayasa objek, rekayasa prosedur untuk kepentingan tertentu.
            Permasalahan biologi terletak atau melekat pada objek biologi dalam interaksinya dilingkungannya.Pada objek terdapat bermacam-macam gejala, baik gejala benda maupungejala peristiwa.Gejala dari objek dapat bila keadaan atau lingkungan berubah. Interaksiobjek di lingkungannya yang dinamis dan variastif akan menimbulkan berbagaipertanyaan atau permasalahan. Kita mungkin mempertanyakan tentang bagaimana gejalatersebut dimunculkan (latar belakang munculnya gejala) atau sekedar mempertanyakantentang karakteristika / sifat-sifat suatu objek biologi, baik yang berupa gejala-gejalakebendaan (struktural) maupun gejala peristiwa (fungsional).
            Persoalan biologi adalah pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai gejala pada objekbiologi dalam interaksinya di lingkungannya. Pertanyaan dapat berupa “ apa, bagaimana,mengapa, dimana, kapan ?. Permasalahan ada yang sangat elementer, dan ada pulapermasalahan yang membutuhkan analisis dan sintesis secara rasional berdasar faktafaktaatau gejala-gejala pada objek dan wawasan teori yang memadahi.Permasalahanelementer (mendasar) adalah sekedar mempertanyakan keadaan pada objek. Misal, apaciri-ciri pokok daun, mengapa daun berwarna hijau, ada berapa macam bentuk danpertulangan daun, bagaimana struktur daun, bagaimana struktur daun sehingga mampumendukung fungsi pertukaran gas, bagaimana daun menguning saat daun menjadi tua,dan sebagainya.
            Masalah biologi memang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, tetapi tidak setiappertanyaan layak disebut sebagai permasalahan biologi. Contoh, mengapa manusia punyakepala, mengapa kaki dan tangan kita ada dua ?, mengapa tumbuhan memiliki akar,batang atau daun ?, dan sebagainya. Pernyataan itu memang berupa pertanyaan, tetapi tidak layaksebagai permasalahan biologi.Permasalahan menjadi menarik bila mempertanyakansesuatu yang belum jelas jawabannya, tetapi ada jalan untuk menjawabnya. Misal untukpermasalahan yang terfokus pada objek daun antara lain adalah berapa lama daun cukupefektif mendukung fotosintesis ? Kapan klorofil efektif dibentuk bersamaan dengan masapertumbuhan daun ? Apa yang terjadi pada saat daun mengalami proses menua ?kapandaun mencapai pertumbuhan optimal ?, dan sebagainya.
            Sesuai dengan pertanyaannya, ada permasalahan sederhana dan ada pulapermasalahan yang lebih kompleks (lebih berat).Permasalahan sederhana dapat dijawabdengan lebih mudah, dengan kegiatan yang lebih mudah pula.Ada pula masalah yanglebih rumit, lebih kompleks, lebih berbobot dan menuntut aktivitas pemecahan masalahyang lebih berat.
            Untuk memperoleh kebenaran ilmiah tidak cukup dengan pengamatan langsung(observasi). Suatu ketika perlu dilakukan metode ilmiah. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkanbukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi,merumuskan masalah serta membentukhipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam.Hipotesis tersebut diuji
dengan melakukan eksperimen. Selanjutnya data hasil eksperimen dicatat dan dianalisisagar dapat ditarik simpulan.Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebutdapat menjadi suatu teori ilmiah.Adapun kebenaran teori ilmiah bersifat tentatif (tidak mutlak).









BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1       Waktu dan lokasi praktikum
ü  Waktu praktikum
a.       Tgl       : 04 12 2012
b.      Hari     : selasa

ü  Lokasi praktikum
Objek pengamatan
a.       Lingkungan kampus

·         Samping laboraorium bahasa
·         Kolam belakang fakultas hukum

b.      Dua lingkungan yang kontras atau berbeda, seperti:

·         Tempat terbuka dan tempat ternaungi
·         Tempat kering dengan tempat lembab
·         Beberapa jenis pohon yang berbeda
·         Kolam terbuka dan ternaungi
·         Sungai tenang dan deras, dan seterusnya









3.2       Prosedur kerja
§  Lakukan pengamatan obyek biologi di lingkungan sekitar yang saudara pilih untuksebagai obyek pengamatan.
§  Temukan gejala-gejala structural, fungsional dan aktivitas-aktivitas suatu populasi dalam komunitasnya dari beberapa habitat/ lingkungan yang kontras berbeda..

§  Analisislah bentuk-bentuk hubungan interaksi yang terjadi di dalam habitat tersebut.

§  Identifikasi pula gejala-gejala structural dan fungsional (aktivitas) pada tingkat individuorganize. Analisis bentuk-bentuk hubungan antara gejala-gejala yang teramati padaobyek organisme tersebut.
§  Berdasarkan hasil pengamatan pada obyek (organisme di lingkungannya), permasalahanbiologi yang umum (global) apakah yang dapat saudara tangkap ?

§  Berdasar referensial (pengalaman teoritik), gejala atau permasalahan biologi apa sajakah yang umum dikaji dan ditunjukkan ?.

§  Berdasar struktur ilmu biologi menurut BSCS, tunjukkan :
            a. Berapa macam golongan organisme ?
            b. Ada berapa macam thema persoalan biologi ?
            c. Ada berapa tingkat organisasi kehidupan dimana berbagai persoalan          terjadi ?
§  Bila dicerminkan pada thema permasalahan biologi BSCS, thema persoalan manakahyang dapat saudara temukan (tangkap) berdasarkan hasil pengamatan saudara ?















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENGAMATAN


NO
DUA LINGKUNGAN YANG KONTRAS/BERBEDA
GEJALA STRUKTURAL
GEJALA FUNGSIONAL
1
Tempat yang terbuka
-  adanya intensitas cahaya
- lebih banyak rerumputan
- tanahnya agak kering
- banyaknya ranting atau daun yang gugur dari pepohonan yang ada di sekitar
- ada beberapa jenis hewan
Populasi semut
Hitam dan semut merah

 Laba-laba kecil

 Rumput

Tempat yang ternaungi
- kurangnya intensitas cahaya
- sruktur tanahnya agak lembab
- terdapat beberapa jenis tumbuhan
- terdapat beberapa jenis hewan/populasi
Lumut

Rumput

Populasi semut merah dan hitam

Ulat bulu

2
Tempat yang kering
- tidak ditemukan tumbuhan apapun
- terdapat beberapa jenis hewan/populasi
-  terdapat bebatuan
- struktur tanahnya kering
- pasir
Hanya populasi semut

Tempat yang lembab
- struktur tanahnya agak basah
- terdapat beberapa jenis tumbuhan dan juga terdapat jenis hewan
- adanya bebatuan
Terdapat  tumbuhan

Rumput
Lumut
Cacing
Populasi semut


NO
DUA LINGKUNGAN YANG KONTRAS/BERBEDA
GEJALA STRUKTURAL
GEJALA FUNGSIONAL
3
Beberapa jenis pohon yang berbeda


a. Pohon kemiri
(Aleuntes molluccana)

Memiliki struktur di antaranya:
- Daun
- Batang
- Bunga
- Buah
- Akar

b. Pohon mangga (Mangifera indica)

Memiliki struktur di antaranya:
- Daun
- Batang
- Bunga
- Buah
- Akar
-Untuk melindungi beberapa jenis tumbuhan dan hewan
- Laba-laba kecil
-Populasi semut
-Tumbuhan lumut(byrophyta)
-Tumbuhan kaki gajah
-rumput

-populasi semut

- Lumut

- Tumbuhan penumpang




4
Kolam Terbuka
- Adanya Intensitas cahaya
- Terdapat beberapa jenis tumbuhan
- dan beberapa jenis hewan
- Capung merah dan hitam
- Tumbuhan teratai
- Ikan
- Hidrylla
- Ganggang


Kolam Ternaungi
- Tidak adanya Intensitas cahaya(kurang Intensitas cahaya)
- Terdapat beberapa jenis hewan
- Terdapat beberapa jenis tunbuhan
- Ikan

- Kangkung
- Putri Malu


4.2 PEMBAHASAN

1.         Tempat yang terbuka

§  Tempat yang terbuka adalah suatu tempat yang di mana lebih banyak terdapat intensitas cahayanya  dan memiliki ruang gerak yang luas dimana lebih banyak terdapat rerumputan dan memiliki struktur tanah yang agak kering sehingga membuat populasi semut merah dan hitam lebih banyak di bandingkan dengan tempat yang ternaungi terkadang pula kita menemukan ulat yang menempel di rerumputan   selain itu ada pula ranting dan daun yang gugur dari pepohonan yang ada di sekitar

ü  Tempat yang ternaungi

§  Tempat yang ternaungi kurangnya intensitas cahaya di karenakan ada beberapa pohon atau objek yang menghalangi sinar matahari di tempat yang ternaungi juga kita menemukan beberapa jenis tumbuhan  liar seperti rumput dan tumbuhan penumpang yang terdapat di pohon, terdapat juga populasi semut   
2.         Tempat yang kering
§  Tempat yang kering bisa di katakan bahwa struktur tanahnya kering dan tidak memungkinkan tumbuhan untuk bisa bertahan hidup, selain itu di tanah yang kering banyak di temukan bebatuan dan pasir dan di tanah yang kering lebih banyak populasi semut.

ü  Tempat yang lembab

§  Tempat yang lembab adalah tempat yang memiliki struktur tanah agak basah. Di tempat yang lembab subrat tanahnya banyak mengandung zat-zat hara yang memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh.Selain itu,terdapat beberapa tumbuhan seperti,rumput dan lumut dan juga terdapat  hewan seperti, cacing dan populasi semut.
3.                Beberapa jenis pohon yang berbeda
§  Pohon kemiri
Pohon kemiri(aleuntesmolluccana) memiliki  stuktur sebagai berikut, memiliki akar, batang,daun, bunga dan buah.struktur daunnya melebar. Selain itu,tumbuhan ini berfungsi untuk melindungi beberapa jenis tumbuhan dan hewan, seperti laba-laba kecil, populasi semut, tumbuhan lumut(byrophyta), tumbuhan kaki gajah dan rerumputan.
§  Pohon mangga
Pohon mangga(mangifera indica) memiliki struktur yang sama dengan pohon kemiri yaitu, memiliki akar, batang ,daun bunga dan buah.Pada tumbuhan mangga struktur daunnya memanjang.Pada tumbuhan ini terdapat beberapa makluk hidup lain,seperti tumbuhan lumut, populasi semut, dan tumbuhan penumpang. 
4.               Kolam terbuka
§  Kolam yang terbuka memiliki intensitas cahaya yang sangat tinggi, karena mendapat sinar matahari langsung.Di kolam yang terbuka terdapat beberapa jenis hewan dan tumbuhan yaitu, ikan, capung, dan tumbuhan teratai.       

Kolam  ternaungi
§  Berbeda dengan kolam yang terbuka, kolam ternaungi memiliki intensitas cahaya yang sangat minim karena tidak mendapat sinar matahari langsung.Pada kolam ternaungi tidak terdapat tumbuhan, hanya terdapat seekor ikan.






BAB V
PENUTUP

5.1       Kesimpulan
                        Dari hasil observasi yang kami lakukan dapat di tarik kesimpulan bahwa
Lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan .dalam biologi sumber permasalahan biologi adalah pada objek biologi itu sendiri. Masalah biologi dapat di gali langsung dengan gejala-gejala yang muncul dari objek misalnya fenomena keanekaragaman dalam populasi terjadi karena faktor genetis dan lingkungan.Dan yang terpenting pemecahan masalah biologi dapat di pecahkan dengan observasi ekspolaratif.

5.2       Saran
                        Di mohon setelah pengumpulan laporan dan telah di periksa oleh asisten laporan ini sekiranya di kembalikan agar nantinya jika ada kesalahan kami bisa mengetahui di mana letak kesalahan dalam penulisan laporan ini.







DAFTAR PUSTAKA

Biological Science Curriculum Study. 1980. Biological Science: An Inquiry into Life. 4th Ed. Harcourt Brace Javanovich. New York.

Penuntun praktikum.Biologi dasar 1. Universitas pattimura ambon . 2012



































LAMPIRAN